KONSELING MULTIKULTURAL BERBASIS CINTA DAN MODERASI DI ERA DIGITAL

KONSELING MULTIKULTURAL BERBASIS CINTA DAN MODERASI DI ERA DIGITAL

Penulis:
Dr. Dudy Imanuddin Effendy, M.Ag

Penerbit:
Lidzikri

Tahun Terbit:
2026

ISBN:
-

Sinopsis

Buku ini lahir dari kesadaran akademik dan kegelisahan intelektual atas semakin kompleksnya dinamika kehidupan manusia di era digital yang ditandai oleh kemajemukan budaya, percepatan teknologi, serta krisis makna dalam relasi kemanusiaan. Dalam konteks tersebut, konseling multikultural tidak lagi cukup hanya bertumpu pada pendekatan teknis-psikologis, tetapi membutuhkan fondasi nilai yang lebih dalam, yaitu cinta (mahabbah) dan moderasi (wasathiyyah) sebagai basis etik dan spiritual dalam praktik konseling.
Lebih jauh, buku ini menawarkan pendekatan baru melalui paradigma gastronomik, yaitu cara pandang yang menjadikan praktik kuliner, rasa, dan tradisi makan sebagai metafora sekaligus medium dalam memahami identitas, relasi sosial, dan proses penyembuhan psikologis. Dalam konteks Nusantara yang kaya akan kearifan lokal, pendekatan ini menjadi sangat relevan untuk membangun konseling yang kontekstual, membumi, dan menyentuh dimensi budaya terdalam masyarakat.
Visi besar yang melandasi penulisan buku ini adalah integrasi keilmuan dan nilai kehidupan. Integrasi tersebut tidak sekadar mempertemukan antara ilmu Barat dan nilai-nilai dalam agama, tetapi bermaksud mengharmonisasikan rasionalitas ilmiah dengan spiritualitas, serta menghubungkan pendekatan global dengan kearifan lokal Nusantara. Konseling dalam perspektif ini dipahami sebagai proses transformasi kesadaran yang tidak hanya menyelesaikan masalah individu, tetapi juga membangun harmoni sosial dan spiritual dalam masyarakat multikultural.
Secara substansial, buku ini menyajikan problem krusial di era digital, landasan teoritis sekaligus aplikasi praktis konseling multikultural berbasis cinta dan moderasi. Di dalamnya dibahas berbagai filosofi, nilai, pendekatan, strategi, serta model intervensi yang relevan dengan tantangan era digital, termasuk bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, pembaca diajak untuk memahami peran kearifan lokal, seperti nilai gotong royong, silih asih, silih asah, dan silih asuh sebagai basis praksis konseling yang humanis dan transformatif.
Manfaat buku ini diharapkan tidak hanya terbatas pada kepentingan akademik, tetapi juga sebagai panduan praktis bagi para konselor, pendidik, dan penyuluh agama dalam mengembangkan layanan konseling yang kontekstual, inklusif, dan berbasis nilai. Buku ini relevan digunakan sebagai referensi dalam pengembangan kurikulum, pelatihan profesi, serta penguatan kapasitas riset di bidang konseling multikultural.

Dimensi: 17,6 x 25 cm
Jumlah Halaman: 330

Rp 129.000

Stok: 100 buku

Kembali ke Katalog